Posts Tagged Debian

Debian Local Repository

Scenario:

Saya akan membuat repositori lokal distro Debian Etch dalam sebuah server yang dapat diakses melalui jaringan dengan menggunakan protokol http. IP Address dari server tersebut adalah 10.10.11.2. So, setelah berhasil, maka si server ini dapat dijadikan sebagai rujukan bagi komputer lain (yang terinstall Debian Etch) untuk menginstall software-software yang diperlukan tanpa harus memiliki DVD-nya.

Persyaratan:

  • Siapkan 3 DVD Debian (kebetulan saya beli di mangga dua jakarta)
  • Siapkan sebuah komputer dengan space harddisk memadai (minimal >= 40 GB)
  • Siapkan paket installer Xampp. Anda bisa download di sini. 
  • Infrastruktur jaringan. (agar server bisa diakses oleh komputer lain)

Step 1. Instalasi LAMP

Detail instalasi xampp dapat anda baca disini.

Step 2. Siapkan direktori di server

# mkdir /opt/lampp/htdocs/debian-dvd1
# mkdir /opt/lampp/htdocs/debian-dvd2
# mkdir /opt/lampp/htdocs/debian-dvd3

Step 3. Menyalin isi 3 DVD

DVD1
Masukkan DVD1 dan lakukan proses mounting
# mount /cdrom

Pindah ke direktori dvd1
# cd /opt/lampp/htdocs/debian-dvd1/

Salin isi DVD1 dengan perintah berikut:
# rsync -avx –progress /cdrom / .   (perhatikan tanda titik di akhir perintah)

Lakukan proses yang sama untuk DVD2 dan DVD3

Step 4. Edit File Repositori

Edit file /etc/apt/sources.list dan daftarkan alamat repositori anda yang baru (berlaku untuk server dan juga client yang akan menggunakan server repositori yang baru saja kita buat diatas)
# nano /etc/apt/sources.list

Tambahkan alamat repositori berikut, dan matikan semua alamat repositori lain dengan memberikan tanda pagar (#)

deb http://10.10.11.2/debian-dvd1/ etch main contrib
deb
http://10.10.11.2/debian-dvd2/ etch main contrib
deb
http://10.10.11.2/debian-dvd3/ etch main contrib
# (Note: ada spasi sebelum kalimat “etch”)

Step 5. Update repositori

Lakukan proses update:
# apt-get update

Selesai, dan repositori lokal anda sudah siap digunakan.

Tambahan, beberapa perintah yang bisa anda gunakan selanjutnya:

  • apt-cache search bind9 (mencari software di server repositori lokal dengan nama “bind9″
  • apt-get install bind9 (meng-install software “bind9)
  • apt-get remove bind9 (meng-uninstall software “bind9″)
  • dpkg -P bind9 (meng-uninstall software “bind9″ dan menghapus semua file konfigurasinya)

Semoga membantu.

Tinggalkan sebuah Komentar

Step by Step with Debian

Saya sempat mengikuti pelatihan tentang bagaimana membangun server menggunakan Debian. Versi Debian yang digunakan waktu itu adalah Debian Sarge. Dalam pelatihan tersebut saya belajar secara perlahan dan mambangun dari 0 untuk mendapatkan sebuah server utuh yang berisi beberapa service yang diperlukan dalam sebuah jaringan.

Beberap materi yang dipelajari dapat saya perinci sebagai berikut:

  1. Instalasi Debian Sarge
  2. Konfigurasi Jaringan (IP Address)
  3. Konfigurasi Repositori
  4. Instalasi dan konfigurasi Remote Login via ssh
  5. Instalasi dan konfigurasi file sharing dengan samba
  6. Instalasi dan konfigurasi ftp server dengan vsftpd
  7. Instalasi dan konfigurasi DHCP server
  8. Instalasi dan konfigurasi DNS server dengan bind9
  9. Instalasi dan konfigurasi Web server dan virtual Host dengan Apache
  10. Instalasi dan konfigurasi database server
  11. Instalasi dan konfigurasi mail server dengan postfix dan squirrelmail
  12. Instalasi proxy server dengan squid dan dansguardian

Menurut saya, keseluruhan kompetensi yang diajarkan tersebut sangat membantu saya dalam memberikan pemahaman dan cara untuk mendapatkan sebuah server yang kita butuhkan.

Butuh latihan dan kerja keras untuk bisa membangun server itu dari 0. Bila anda tertarik untuk mempelajarinya, anda bisa coba baca tutorial yang sudah saya buat selama pelatihan itu berlangsung.

Download tutorial itu di sini dan semoga bermanfaat.

Komentar (5)