Arsip untuk Maret, 2009

Write your e-book with WinCHM

Microsoft Compiled HTML Help adalah format propietary milik Microsoft yang sering digunakan untuk “bantuan online”. File yang dikembangkan oleh Microsoft ini dirilis pertama kali pada tahun 1997 sebagai penerus Microsoft WinHelp format. Diperkenalkan pertama kali pada Windows 98 dan masih dikembangkan hingga Windows Xp dan Vista. Mudahnya mungkin kita mengenali file tersebut dengan extensi .chm

Perhatikan screenshot berikut:

screenshot-file-chm

Ya, screenshot diatas adalah sebuah file .chm yang sudah saya buat dengan bantuan software yang bernama WinCHM. Software WinCHM ini memang luar biasa, kita yang tidak mengerti sedikitpun bahasa HTML tidak akan menemui kesulitan dalam menggunakan aplikasi ini. Dijamin, selesai install kita dapat lansung menggunakannya. Sangat berbeda dengan aplikasi Microsoft HTML Help Workshop yang keluaran Microsoft dimana sudah hampir 3 minggu saya mempelajarinya dgn susah payah dan masih tetap belum mudeng juga :) (maklum otodidak).

Tentu saja WinCHM ini tidak gratis, karena memang tergolong aplikasi proffesional. Versi terakhir WinCHM hingga tulisan ini dimuat adalah versi 3.521 . Kita bisa download di situs resminya  dan dapat menikmati free 15 hari untuk menikmati kemudahannya. Tapi bila anda berminat, versi 3.34 crack (yang saya gunakan :) ) bisa anda download di sini 

Saya pernah membuat e-book (baca posting berikut) tentang “konfiurasi server dengan debian sarge” menggunakan software lyx dan kemudian saya tulis ulang (copy+paste) dengan aplikasi WinCHM ini dan hasilnya dapat anda download di sini.

Sekarang sudah waktunya anda menyebarkan e-book anda dengan bantuan WinCHM ini.
Semoga membantu.

Tinggalkan sebuah Komentar

More fun with Ms. Excel

Terkait kegiatan pendataan yang dilakukan oleh dinas pendidikan, seringkali sekolah mendapatkan banyak kuisioner yang harus di isi. Jumlah lembaran kuisionernya pun tidak kurang dari 5 halaman (bolak/balik). Jangankan validitas data, menulis data ke lembar kuisionernya pun perlu “niat ” (kalau tidak, pasti males banget tuh ngisi kuisioner). Satu sisi kasihan sekolah (terutama tenaga TU/petugas pengisi kuisioner), sisi lain dinas pendidikan pun memerlukan data yang valid.

Kalau dicermati, kuisioner tersebut umumnya akan merangkum data sebagai berikut:

  • Identitas (profil) sekolah
  • Siswa, kelas (rombongan belajar)
  • Kelengkapan sarana dan prasarana
  • Ketenagaan
  • Kurikulum yang digunakan
  • Biaya

Lebih detail, data siswa umumnya dikelompokkan dalam kategori berikut:

  • Siswa baru yang diterima menuru sekolah asal dan jenis kelamin
  • Siswa baru tingkat 1 menurut umur dan jenis kelamin
  • Siswa menurut tingkat dan agama
  • Kelas (rombongan belajar) dan siswa menurut tingkat dan jenis kelamin tiap Program Pengajaran (khusus SMP/MTS/SMA/MA)
  • Kelas (rombongan belajar) dan siswa menurut tingkat dan jenis kelamin tiap Bidang Keahlian dan Akreditasi Bidang Keahlian (khusus SMK)

Pertanyaannya adalah

Data seperti apa yang harus di siapkan sekolah, sehingga semua isian kuisioner tersebut dapat terisi sempurna dengan tetap terjaga validitasnya.

Mungkin tips and trick di bawah ini dapat membantu sekolah untuk mengurangi kesulitan terkait kebutuhan dan validitas data yang diminta.

Tips and Trick

1. Membuat Nomor Induk Siswa dengan mudah

Nomor Induk Siswa di sekolah biasanya terdiri dari 8 digit angka. 4 digit pertama menandakan tahun ajaran dimana siswa mulai masuk sekolah dan 4 digit terakhir adalah nomor unik siswa tersebut. Contoh:

Abdillan Zuhdi Arkan, siswa kelas 7 di suatu SMP memiliki Nomor Induk 08090001

Bayangkan, bila ada 400 siswa baru, maka petugas Tata Usaha (yang membuat daftar absesni) harus memasukkan digit “0809″ secara berulang sebanyak 400 kali untuk setiap siswa. :(

Perhatikan gambar berikut:

generate-nomor-induk

Membuat penomoran secara otomatis:

  1. Buat susunan data seperti terlihat pada gambar di atas (Kolom “NO” harus ada)
  2. Pada cell B5 ketikkan formula berikut:
    =”0809″&REPT(“0″;4-LEN(A5))&A5
  3. Maka pada cell B5 akan muncul nomor “08090001″
  4. Copy formula tersebut dan paste kan pada data di bawahnya.

2. Menghitung usia siswa

Perhatikan gambar berikut dan sesuaikan kolomnya:

pengelompokkan-usia-siswa

Menghitung usia siswa:

  1. Persiapkan tanggal acuan (perhatikan Cell B1)
  2. Siapkan kolom “| tahun | bulan | hari |” di sebelah kanan tanggal lahir siswa
  3. Untuk menghitung usia siswa (dalam satuan tahun) Pada Cell H5 isikan formula berikut:
    =DATEDIF(G5;$B$1;”y”)
  4. Untuk menghitung usia siswa (dalam satuan bulan) Pada Cell I5 isikan formula berikut:
    =DATEDIF(G5;$B$1;”ym”)
  5. Untuk menghitung usia siswa (dalam satuan bulan) Pada Cell J5 isikan formula berikut:
    =DATEDIF(G5;$B$1;”md”)

3. Menghitung jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin (yang dimiliki :) )

Perhatikan gambar berikut:

pengelompokkan-siswa-by-genital

Untuk mengetahui jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin:

  1. Pada Cell E17 isikan formula berikut:
    =COUNT(A5:A15)
  2. Pada Cell E18 isikan formula berikut:
    =COUNTIF(E5:E15;”L”)
  3. Pada Cell E19 isikan formula berikut:
    =COUNTIF(E6:E16;”P”)

4. Manfaatkan fungsi “Autofilter

Perhatikan gambar berikut:

 

auto-filter 

Fungsi Autofilter:

  1. Lanjutkan data siswa dengan melengkapi informasi “alamat, kelas, agama, jenis dan sekolah asal”
  2. Pilih salah satu Cell pada header yang ada (misal Cell “Kelamin”)
  3. Klik Menu Data –> Filter –> Autofilter
    Dengan ini akan memudahkan kita untuk mengelompokkan data sesuai kriteria yang diminta.

Semoga membantu :) dan kalau berminat untuk melihat file excel yang digunakan dalam contoh tutorial ini silahkan download.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »